BRMP Mektan Terima Kunjungan Delegasi Chile, Bahas Penguatan Kerja Sama Mekanisasi Pertanian
Tangerang, 29/08/2026. Balai Besar Perakitan dan Moderenisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) menerima kunjungan resmi Delegasi Chile. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Chile di bidang pertanian, khususnya dalam pengembangan mekanisasi pertanian.
Rombongan delegasi dipimpin oleh H.E. Francesco Venezian, Undersecretary of Agriculture of Chile, dan didampingi oleh H.E. Mario Ignacio Artaza, Ambassador of Chile to Indonesia. Delegasi turut terdiri atas pejabat Kementerian Pertanian Chile, perwakilan Kedutaan Besar Chile di Jakarta, serta pelaku usaha sektor buah dan peternakan dari Chile.
Kedatangan delegasi disambut langsung oleh Kepala BRMP Mektan, Arief Rachman, bersama perwakilan Biro Kerja Sama Luar Negeri, Kementerian Pertanian, serta jajaran pejabat terkait di Main Hall BRMP Mektan, Pagedangan, Tangerang, Banten.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis terkait pengembangan dan penerapan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. Pembahasan mencakup peluang kerja sama dalam transfer dan pengembangan teknologi, peningkatan efisiensi dan produktivitas pertanian, serta kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta kedua negara.
“Kami menyambut baik kunjungan Delegasi Chile ke BRMP Mektan. Kerja sama di bidang mekanisasi pertanian memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan produktivitas dan modernisasi pertanian, baik di Indonesia maupun Chile,” ujar Arief Rachman, Kepala BRMP Mektan.
Setelah pertemuan, Delegasi Chile melakukan peninjauan ke sejumlah fasilitas BRMP Mektan, antara lain laboratorium, bengkel perakitan, serta area pengujian alat dan mesin pertanian. Delegasi juga berkesempatan melihat secara langsung fasilitas laboratorium dan sarana pendukung pengembangan mekanisasi pertanian yang dimiliki BRMP Mektan.
Kegiatan kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk saling mengenal potensi dan kapasitas masing-masing dalam mendukung pengembangan teknologi mekanisasi pertanian.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan terbuka peluang untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan, termasuk dalam bidang pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
Kunjungan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program kerja sama konkret, seperti pelatihan, uji coba teknologi, pertukaran pengetahuan dan pengalaman, serta pertukaran tenaga ahli di bidang mekanisasi pertanian. (TS/AIA)